POTRET KERAMAIAN PASAR BARU BOGOR PEKAN PERTAMA BULAN PUASA | PD. PASAR PAKUAN JAYA
6 | 6 28 Mei 2018 | Dilihat: 239 Kali | Cetak

POTRET KERAMAIAN PASAR BARU BOGOR PEKAN PERTAMA BULAN PUASA


POTRET KERAMAIAN PASAR BARU BOGOR PEKAN PERTAMA BULAN PUASA

PDPPJKOTABOGOR.COM,  Bogor - Puasa tidak menghalangi warga untuk beraktivitas. Salah satunya berbelanja. Seperti yang terlihat di Pasar Baru Bogor, pada Minggu (28/5/2018). Didominasi oleh kaum ibu-ibu, Pasar Baru Bogor ramai dipadati oleh mereka yang berbelanja busana, makanan. Buah- buahan, hingga kebutuhan Bahan Pokok.

Salah seorang Pedagang mengatakan dirinya meraup lebih banyak untung pada bulan puasa dibanding hari-hari sebelumnya. "Lebih ramai bulan puasa ini. Kalau bulan biasa jarang yang beli Caruluk ( Kulang Kaling, Red)," kata pedagang tersebut. 

Memang Caruluk atau kulang kaling ini masih menjadi primadona di pasar baru bogor ini sebagai penganan berbuka puasa, bisa terlihat dimana para pedagang buah caruluk ini berjejer di pasar bogor, berdampingan dengan pedagang buah yang lain.

Mengatisipasi keramaian yang terjadi di Pasar baru Bogor, Unit Keamanan dan Ketertiban Pasar baru Bogor Melakukan giat cipta kondisi, yang bertujuan menertibkan pedagang – pedagang yang meluber hingga ke badan jalan.

Menyikapi hal tersebut Unit Pasar Baru Bogor, melalui Kepala Urusan Operasional  Novi Nurzaman memerintahkan seluruh Staf K3 Pasar baru Bogor turun langsung ke lapangan, untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima ( PKL) yang berada di seputaran pasar baru bogor.

Di sela sela Briefing dengan rekan rekan K3 Pasar Baru Bogor, Ovi sapaan akrabnya mengungkapkan “ kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami selaku pengelola unit pasar baru bogor, kami ingin pengunjung ke pasar bogor ini merasa nyaman, perihal kemacetan yang sering terjadi di pasar bogor ini, saya rasa ini langkah konkrit kami untuk mengurai kemacetan, untuk itu kami lakukan penertiban ini supaya pedagang – pedagang yang melewati batas berjualan, bisa menaati himbauan yang telah kami berikan, langkah – langkah yang kami lakukan antara lain dengan memasang tali pembatas di sepanjang jalan, saya harap pembatas ini tetap terpasang sehingga tidak menggangu pengujung baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, dan kami berharap langkah yang kami lakukan ini sedikitnya dapat mengurai kemacetan yang terjadi di pasar bogor”. Tutup pemuda penggemar burung berkicau ini.

Di tempat berbeda Vera Damayanti ( Kepala Tata Usaha Pasar baru Bogor)mengungkapkan, “ Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh rekan rekan K3 pasar baru bogor, karena kegiatan tersebut dilakukan setelah hasil koordinasi kami dengan Kepala Unit, kepala unit memerintahkan agar pedagang – pedagang yang melewati batas berjualan harap segera di tertibkan sehingga tidak menganggu arus lalu lintas”, ujar Vera

Ovi pun mengukapkan rasa terima kasih kepada rekan – rekan K3 yang turut serta mengikuti giat cipta kondisi, “ Saya Ucapkan terima kasih untuk rekan rekan Pasar baru Bogor, acara penertiban hari ini berjalan dengan lancer dan kondusif, dan di himbau kembali agar setiap regu pagi diharap untuk selalu mengechek batas berjualan pedagang awning”, ujar Ovi.

Sekilas Sejarah Pasar Bogor Tempo Dulu:

Lokasi Pasar Bogor terletak di Jalan Surya Kencana No. 3 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Pasar Bogor

Semasa Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra berkuasa di Hindia Belanda dari 15 Mei 1761 hingga 28 Desember 1775, ia membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin menyewa tanah milk VOC untuk urusan ekonomi. Pada saat itu, sebenarnya Bogor dirancang sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan para pegawai tinggi kolonial, sehingga masyarakat selain Eropa tidak diizinkan untuk tinggal maupun melakukan kegiatan di kawasan elit Eropa. Akan tetapi, melihat bisnis sewa tanah yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal sebelumnya laku keras dan mendatangkan pemasukan yang lumayan besar, Van der Parra kian bersemangat dan mengabulkan pendirian sebuah pasar di Buitenzorg (nama lawas Bogor).

Diperkirakan Pasar Bogor sudah mulai beroperasi sekitar tahun 1770. Pada waktu itu lokasi pasar tersebut berdekatan dengan Kampung Bogor yang sudah membentuk sebuah pemukiman, dan tidak jauh dengan Kantor Kabupaten Kampung Baru. Sehingga, pasar tersebut dinamakan Pasar Bogor karena selain pemukiman Kampung Bogor dan Istana Buitenzorg, di daerah sekitarnya masih berupa hutan. Awalnya, pasar ini merupakan pasar pekan yang hanya dibuka seminggu sekali.

Namun, seiring menggeliatnya perekonomian kala itu, waktu operasi pasar ini pun mulai ditambah menjadi dua kali seminggu, yaitu setiap hari Senin dan Jumat. Dari hasil bisnis sewa tanah ini, Gubernur Jenderal Van der Parra meraup keuntungan yang lumayan besar. Pada waktu itu, walaupun hanya dibuka dua kali seminggu, Gubernur Jenderal berhasil mendapatkan keuntungan sebesar 8.000 ringgit dari hasil sewa pasar ini. Karena semakin ramai, Pasar Bogor ini menarik banyak orang untuk berdagang, termasuk dari orang-orang Tionghoa.

Kemudian sejak rampungnya jalur kereta api yang menghubungkan Batavia-Buitenzorg sepanjang 60 kilometer pada tahun 1873, menjadikan status pasar ini meningkat dari pasar pekan menjadi pasar lokal dan kemudian menjadi pasar regional. Waktu operasi pasar pun sudah berubah menjadi setiap hari. Hal ini menyebabkan semakin tingginya kegiatan perekonomian yang ada di Pasar Bogor. Komoditas yang ada di Pasar Bogor yang diangkut ke Batavia adalah hasil bumi, seperti kopi, gula, kentang, kacang, beras, tepung, minyak sayur, minyak, dan kina. Sayur-sayuran segar yang berasal dari perkebunan di Puncak merupakan komoditi yang terkenal juga di pasar ini.

 

(ata)

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan