Gelar Bukber, Unit Pasar Baru Bogor angkat Tema “ Hidup Adalah Udunan” | PD. PASAR PAKUAN JAYA
3 | 3 09 Juni 2018 | Dilihat: 186 Kali | Cetak

Gelar Bukber, Unit Pasar Baru Bogor angkat Tema “ Hidup Adalah Udunan”


Gelar Bukber, Unit Pasar Baru Bogor angkat Tema “ Hidup Adalah Udunan”

Gelar Bukber, Unit Pasar Baru Bogor angkat Tema “ Hidup Adalah Udunan”

Bogor - Kegiatan buka puasa bersama lebih dikenal dengan bukber tampaknya sudah menjadi tradisi pada banyak kalangan. Mulai dari buka bersama keluarga besar, teman, kolega ataupun komunitas tertentu. Kegiatan ini sangat tren sekali di kalangan masyarakat kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun melakukan acara bukber ini.

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memilih tempat pelaksanaan buka puasa bersama ini, entah itu di restoran, di rumah, di warung, atau bahkan di kantor dan sekolah. Buka puasa bersama bukan sekedar temu kangen dan ketawa-ketawi berhaha-hihi bersama teman, namun lihatlah sebagai momen untuk menyambung tali silaturrahmi dengan banyak orang baik itu teman lama yang jarang bertemu, keluarga besar yang dekat dan yang jauh, dan orang-orang baru di komunitas baru.

Unit Pasar Baru Bogor kali ini menggelar buka puasa bersamanya di kantor Unit, bukan tanpa alasan menggelar bukber di kantor unit ini, banyak aspek yang mendukung terlaksananya acara bukber unit, seperti di sampaikan oleh Kepala Unit Pasar Baru Bogor, Hardian Rakhman yang menerima aspirasi dari teman teman unitnya untuk melaksanakan bukber tersebut di kantor unit dikarenakan letak kantor tersebut sangat dekat dengan masjid.

 “Ya Alhamdulillah unit Pasar Baru Bogor bisa melaksanakan acara Buka Puasa Bersama, acaranya kami laksanakan dikantor unit saja, kebetulan cukup luas jadi sangat cukup untuk rekan-rekan unit dan juga letak kantor yang dekat sekali dengan masjid memudahkan kami untuk bisa  melaksanakan sholat magrib berjamaah,” ujar Hardian.

Ketika ditanya mengenai tema yang diusung unit Pasar Baru Bogor, Kepala Tata Usaha Unit,  Vera Damayanti menambahkan bahwa buka puasa bersama tentu saja menciptakan kebersamaan, “ iya kita ambil tema ini kan intinya untuk kebersamaan saja sih, dan memang kita hidup itu harus udunan (gotong royong - red), udunan dalam hal apa saja bukan hanya sebatas uang atau makanan saja akan tetapi udunan dalam hal bekerja, tukar pendapat, saling support sesama rekan kerja, itu juga kan udunan,” kata Vera.

Sambungnya, untuk urusan buka puasa kali ini memang bukan keinginan Kepala Unit Pasar maupun Kepala Tata Usaha Pasar Baru Bogor, ini murni keinginan dari rekan rekan staf. “mereka mengusulkan, untuk udunan, dan hal tersebut bisa dilihat dari mereka membawa makanan masing masing secara sukarela, dan Alhamdulillah acara bukber unit Pasar Baru Bogor berjalan dengan lancar,” ujar Vera.

Bukber juga selain sebagai ajang untuk saling mengenal, juga sebagai ajang untuk mengobati rasa rindu setelah sekian lama tidak bertemu dengan mereka. Bahkan silaturrahmi yang sempat terputus pun dapat dijalin lagi dengan adanya kegiatan buka puasa bersama ini.

Sebuah cerita buka puasa bersama dari Unit Pasar Baru Bogor ini cukup menginspirasi penulis, dan bila di tarik benang merahnya ada beberapa tips yang tersirat dan coba di rangkum oleh penulis agar acara bukber kita lebih bermakna.

  1. Utamakan Silaturrahmi

Semangat dibuatnya kegiatan buka puasa bersama adalah untuk menjalin silaturrahmi namun dibanyak tempat berbuka puasa bersama hal itu jarang bahkan tidak didapat karena kebanyakan peserta buka puasa bersama datangnya selalu terlambat yaitu 10-15 menit sebelum waktu berbuka dimulai. Kalau begini ceritanya kapan ngobrol-ngobrolnya? Kapan nostalgianya?.

  1. Jangan lupa Shalat Magrib

Banyak tempat berbuka puasa bersama yang ada di kota kita sangat minim fasilitas untuk Shalat sehingga membuat banyak peserta buka puasa bersama yang secara sengaja meninggalkan Shalat Magribnya pada saat itu. Alasannya sederhana “Mushala penuh, air tidak ada”.

Setelah adzan Magrib, orang-orang berbuka, makan, minum, ngobrol-ngobrol, selfie-selfiean, narsis-narsisan, terus saja begitu sampai waktu Magrib lewat. Tahu-tahu sudah adzan Isya. Seolah-olah melewatkan Shalat Magrib itu sangat normal tanpa berdosa. Padahal Shalat Magrib itu wajib dan harus diutamakan dari pada buka bersama.

  1. Harus menghasilkan sesuatu.

Reunian dalam buka puasa bersama, ngobrol banyak dengan teman-teman lalu pulang, untuk apa?. Pertemuan kosong tanpa hasil. Kita harus memanfaatkan momen buka puasa bersama untuk menghasilkan sesuatu, mendiskusikan berbagai persoalan dimana semua itu bermanfaat bagi kita sendiri dan orang banyak. Bukankan buka puasa seperti itu jauh lebih indah?

 

(ata)


Author: Admin


Tags:

Bagikan