PDPPJ Kerjasama dengan Dinkes Berikan Penyuluhan Kepada Pedagang | PD. PASAR PAKUAN JAYA
2 | 3 26 Januari 2018 | Dilihat: 228 Kali | Cetak

PDPPJ Kerjasama dengan Dinkes Berikan Penyuluhan Kepada Pedagang


PDPPJ  Kerjasama dengan Dinkes Berikan Penyuluhan Kepada Pedagang

PDPPJKOTABOGOR.COM, Bogor – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga pasar, Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memberikan penyuluhan tentang pasar sehat ke pedagang pasar rakyat dan warga pasar. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di enam (6) pasar berbeda dalam satu pekan ini. Penyuluhan diberikan kepada pedagang Pasar Jambu Dua pada 25 Januari 2018,  Pasar Baru Bogor pada 26 Januari 2018 di Puskesmas Belong, Pasar Gunung Batu pada tanggal 29 Januari  2018, Pasar Sukasari pada tanggal 30 Januari 2018, Pasar Kebon Kembang pada tanggal 31 Januari 2018 dan Pasar Merdeka pada tanggal 01 Februari 2018 di Puskesmas Merdeka.

Kepala Sub Bagian Jasa Pemberdayaan Pedagang PDPPJ, Guna Gustana yang mendampingi pihak Dinas Kesehatan Kota Bogor menjelaskan bahwa pasar sehat adalah terdapatnya bangunan pengelola perilaku, kondisi lingkungan, kondisi bahan /pangan makanan dan kebiasaan di pasar (sehat, bersih, halal, aman, bergizi dan nyaman). Kondisi makanan / bahan pangan yang dijual juga harus tidak tercemar kotoran yang mengandung kuman penyakit (Virus, Bakteri, Jamur), terhindar dari kotoran/kencing tikus saat penyimpanan di gudang, terhindar dari lalat saat penyajian, tidak mengandung zat-zat kimia berbahaya, serta Tidak menjual makanan yang sudah kadaluarsa.

“Banyak sekali manfaat pasar yang sehat yang dapat kita ambil sisi positifnya, yakni memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, menyajikan bahan makanan yang bergizi dan sehat, penjualan lebih ekonomis (sedikit dagangan yang rusak), menciptakan lingkungan lebih sehat, bersih dan nyaman, dan juga membuka pasar yang lebih luas,” kata Guna.

Adapun praktek keamanan pangan di pasar yaitu kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), memisahkan antara daging dengan jeroan, kebersihan dan desinfeksi rutin, area pemotongan dan tempat penjualan daging terpisah dengan area penjualan komoditi lainnya (area khusus/zooning). Adanya Sanitasi dengan membersihkan dan desinfeksi peralatan yang dipakai (pisau, talenan, meja / tempat meletakkan karkas / daging), memisahkan dan menampung limbah cair (septic tank) dan limbah padat (dikubur atau dibakar).

Higiene personal juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan sepatu boot, menggunakan apron / seragam kerja khusus, mencuci tangan menggunakan sabun atau antiseptic lainnya sebelum dan setelah menangani unggas dan produknya, tidak makan minum dan merokok dilokasi kerja, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengkontaminasi daging/karkas ataupun produk2 yg di jual.

Kegiatan penyuluhan tersebut di support penuh oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor, kami (PDPPJ-red)  mengucapkan terimakasih karena telah di bantu oleh Dinkes atas terselenggaranya program tersebut, ”semoga materi yang di sampaikan dapat memberikan manfaat dan juga sebagai wadah silaturahmi dan diskusi,” tuturnya.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua, Andrian Hikmatullah menyampaikan bahwa hasil dari penyuluhan tersebut memberi pengarahan kepara para pedagang pasar dan warga sekitar terhadap tata cara menuju pasar sehat dan bersih dengan dilanjutkan mengecek uji kualitas makanan seperti tahu, bumbu giling, “Pada saat cek uji kualitas, apakah bahan yang di olah dan di jual  oleh pedagang bebas dari formalin. Harapan saya kedepannya untuk Pasar Jambu Dua lebih baik lagi dan lebih tertata  serta bisa menyiapkan perangkat yang masuk kriteria seperti adanya tempat cuci tangan di setiap sudut dan  setiap pedagang ayam harus sudah memakai celemek dan memakai talenan yg tidak terbuat dari kayu,” tutup Andrian.

(gft)


Author: Admin


Tags:

Bagikan