Ustadz Ade: Ketika Bekerja Menjadi Ibadah | PD. PASAR PAKUAN JAYA
2 | 2 02 April 2019 | Dilihat: 168 Kali | Cetak

Ustadz Ade: Ketika Bekerja Menjadi Ibadah


Ustadz Ade: Ketika Bekerja Menjadi Ibadah

 

 

PDPPJKOTABOGOR.COM,  Bogor - Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) kembali menggelar pengajian bulanan, Jum’at (29/03). Pengajian dilaksanakan di Aula Kantor Pusat, Gedung Shangrilla Plaza Sukasari. Hadir Direksi PDPPJ dan para pegawai kantor pusat maupun kantor unit pasar PDPPJ. Pengajian tersebut dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ahmad Nur Fauzi, Kepala Sub Bagian Kebersihan, sementara sambutan di berikan oleh Direktur Utama PDPPJ, Muzakkir. 

Muzakkir mengatakan dalam sambutannya bahwa dirinya percaya akan kekuatan doa, ketika doa yang belum dikabulkan bukan berarti tidak ada harapan untuk kita yang berdoa akan tetapi semua itu hanya butuh waktu saja, sampai sekarangpun dirinya percaya akan kekuatan sebuah doa.

Ustadz Ade menyampaikan dalam tausyiahnya yaitu ketika bekerja menjadi ibadah. Dalam Al-Qur’an banyak menerangkan perintah untuk bekerja, antara lain Surat At- Taubah: 105, Qashash: 26, dan Al Jumuah: 10.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan yang intinya adalah kelelahan karena mencari nafkah dapat menghapus dosa yang bahkan dosa tersebut tidak dapat dihapus dengan shalat, puasa, zakat, dan haji. Mencari nafkah tentu sama dengan bekerja. Masih banyak hadis lain yang menerangkan kewajiban untuk bekerja.

Hanya saja, agar bekerja dapat bernilai ibadah, tentu ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Sebab, tidak mungkin jenis pekerjaan yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam dapat memiliki nilai ibadah di dalamnya.

Syarat-syarat yang mesti dipenuhi untuk menjadikan bekerja sebagai ibadah, antara lain sebagai berikut.

  1. Niat yang benar
    Bekerja akan bernilai ibadah jika niatnya lurus ingin mencari nafkah karena Allah. Jangan sampai kita bekerja niat kita terbatas pada urusan dunia semata-mata, atau bahkan ada niat tidak baik yang melandasi kita dalam bekerja.
  2. Bekerja dilakukan dengan cara yang benar
    Ketika kita sudah memiliki niat yang lurus dalam bekerja, tetapi cara yang kita lakukan tidak benar, pekerjaan kita tentu tidak akan mendapatkan nilai ibadah.

Misalnya, kita meniatkan kerja karena Allah, tetapi di lingkungan kerja kita melakukan hal-hal yang tidak terpuji, seperti menerima suap, melakukan korupsi, atau mengambil milik orang lain.

  1. Jenis pekerjaan yang baik
    Bekerja kita dipastikan tidak akan menjadi ibadah jika pekerjaan kita adalah jenis pekerjaan buruk yang dilarang oleh agama.
  2. Perilaku yang terjaga
    Kita dapat menjadikan bekerja sebagai ibadah, salah satunya dengan menjaga perilaku ketika bekerja. Melakukan hal-hal yang berdosa, seperti bergunjing, menjegal rekan kerja, menjilat atasan, menginjak bawahan, tentu akan merusak nilai ibadah dari aktivitas bekerja.
  3. Dilakukan dengan tulus dan ihklas
    Salah satu syarat ibadah diterima Allah SWT adalah harus ikhlas. Demikian pula dengan bekerja. Agar dapat bernilai ibadah, bekerja harus dilakukan dengan ikhlas.

 

(gft)

 

 

 

 

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan