Pasokan Berkurang, Harga Cabai semakin “Pedas” | PD. PASAR PAKUAN JAYA
2 | 2 07 Agustus 2019 | Dilihat: 71 Kali | Cetak

Pasokan Berkurang, Harga Cabai semakin “Pedas”


Pasokan Berkurang, Harga Cabai semakin “Pedas”

PDPPJKOTABOGOR.COM, Bogor –  Harga cabai di pasar rakyat di Kota Bogor terus melambung tinggi. Hasil pantauan enumerator Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) menunjukkan rata-rata harga cabai, contoh cabe rawit merah dibanderol antara Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram.

Viki Andreas, Enumerator Pasar Baru Bogor menyampaikan, harga cabai sudah tiga minggu ini memang terus mengalami kenaikan, hal tersebut menurutnya diduga faktor cuaca ekstrem akibat kemarau panjang sehingga menyebabkan banyaknya permintaan akan tetapi kurangnya pasokan dari para petani.

Diketahui, Enumerator adalah petugas lapangan yang membantu tim dalam memonitoring dan mengevaluasi dalam kegiatan pengumpulan data, data dalam hal ini adalah harga bahan pokok masing masing di unit pasar.

Pedagang Cabai Pasar Baru Bogor, Ondih juga membenarkan, harga cabai rawit merah yang dijualnya naik sejak beberapa minggu lalu. Menurutnya, kemarau yang terus berlanjut menjadi penyebab utama mahalnya harga cabai yang dipasang pihak pemasok. "Cabai naik lagi. Rawit merah Rp 85 ribu (per kg). Kalau merah keriting Rp 75 ribu per kg, harapan kami sebagai pedagang, harga bisa stabil kembali dan pasokan aman,” imbuhnya.

Sebagai informasi PDPPJ Kota Bogor rutin mempublikasikan harga komoditas pangan di pasar rakyat yang di bawah pengelolaannya pada website http://pdppjkotabogor.com/komoditas/harga.

Kepala Bagian Humas PDPPJ, Riadul Muslim menjelaskan bahwa kenaikan cabai ini bisa jadi karena faktor cuaca yang masih belum bersahabat dengan petani sehingga menyebabkan sulit untuk mengembangkan cabai. “Harga cabai naik dan saat ini masih dalam musim kemarau, akan tetapi monitoring tetap kami lakukan dengan seluruh tim yang ada di unit untuk selalu mengecek harga dan pasokan,” ujar Oi sapaan Riadul.

(gft)

 

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan