Ustadz Didin: 4 Konsep Cara Memimpin Rasulullah yang Wajib di Tauladani Karyawan PDPPJ | PD. PASAR PAKUAN JAYA
4 | 4 01 Maret 2019 | Dilihat: 180 Kali | Cetak

Ustadz Didin: 4 Konsep Cara Memimpin Rasulullah yang Wajib di Tauladani Karyawan PDPPJ


Ustadz Didin: 4 Konsep Cara Memimpin Rasulullah yang Wajib di Tauladani Karyawan PDPPJ

PDPPJKOTABOGOR.COM,  Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) kembali menggelar pengajian bulanan, Jum’at (01/03). Pengajian dilaksanakan di Mesjid Nurul Iman, Plaza Bogor. Hadir Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo beserta jajarannya, Direksi dan para pegawai kantor pusat maupun kantor unit pasar PDPPJ. Pengajian tersebut dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, sementara sambutan di berikan oleh Direktur Umum PDPPJ, Jenal Abidin. 

Kompol Syaifuddin Gayo memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan PDPPJ atas partisipasinya dalam menjaga keamanan, “satu hal yang harus diterapkan, contoh dalam menjaga keamanan diri sendiri, seperti menggunakan helm apabila akan berkendara sepeda motor, jangan hanya karena jarak dekat lalu kita mengabaikan keamanan untuk diri sendiri dan keluarga,” ujar Kompol Gayo.

Kejahatan dalam bermedia sosial pun diungkapkan gayo dalam menjabarkan kejahatan terbanyak yang terdapat di Kota Bogor, dengan begitu hendaknya masyarakat  menggunakan media sosial dengan bijak yaitu dengan tidak langsung percaya dengan berita bohong (hoax) / yang belum tentu kebenarannya.

Menurutnya, di tahun 2019 ini juga merupakan tahun politik, yaitu adanya hak demokratis seluruh rakyat Indonesia,  “Saya menitipkan agar pesta demokratis bisa kita songsong dengan kebersamaan, damai dengan masing masing menggunakan hak pilihannya ” tuturnya.

Ustad Didin menyampaikan tausyiahnya, dengan tema empat konsep cara memimpin Rasulullah yang wajib ditauladani oleh seluruh karyawan PDPPJ. Bersama-sama menuju surga-Nya adalah tujuan akhir dari kehidupan yang fana ini. Namun, apakah sudah pantas disebut sebagai pemimpin? Siapakah yang paling cocok dicontoh sebagai karakter pemimpin? Jawabannya adalah Nabi Muhammad, karena tidak ada yang dapat menandingi akhlak mulia Rasulullah Saw. Rasulullah memiliki akhlak dan sifat mulia yang jika dipelajari, dapat menjadi kunci sukses untuk melewati lika-liku kehidupan

Di kutip dari Q.S. Al Ahzab: 21, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,”.

Ustadz Didin mengatakan, Nabi memiliki sifat dan karakter, seperti  STAF (Sidik, Tablig, Amanah, Fatanah).

  1. Sidik berarti benar, benar dalam perkataan maupun perbuatan.
  2. Tablig yang berarti menyampaikan. Sebagai umat muslim, kita memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran.
  3. Amanah memiliki arti benar-benar dapat dipercaya, mengapa Rasulullah dijuluki gelar ‘Al–Amin’? Nabi Muhammad berhak mendapatkan gelar mulia itu karena beliau selalu mengerjakan dengan sebaik-baiknya jika ada urusan yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap kata yang diucapkan Nabi Muhammad adalah kejujuran.
  4. Yang terakhir adalah Fatanah berarti cerdas. Nabi Muhammad adalah suri teladan yang luar biasa cerdas, Cerdas bukan berarti sesuatu yang harus sempurna di bidang akademik saja, melainkan juga berpikir terbuka dan berbeda. Artinya, kita harus aktif dan memandang sesuatu dari segi kebaikan.

Empat (4) konsep tersebut adalah cara memimpin Rasulullah yang harus ditauladani oleh karyawan PDPPJ untuk memimpin dan semua itu harus ditunjang dengan akhlak yang sempurna/mulia yaitu saling menghargai antar sesama.

(gft)

 

 

 

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan