Pasar Baru Bogor Kedatangan Duta Pasar Rakyat Jabar | PD. PASAR PAKUAN JAYA
1 | 1 26 September 2019 | Dilihat: 104 Kali | Cetak

Pasar Baru Bogor Kedatangan Duta Pasar Rakyat Jabar


Pasar Baru Bogor Kedatangan Duta Pasar Rakyat Jabar

PDPPJKOTABOGOR.COM, Bogor – Unit Pasar Baru Bogor Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor menerima kunjungan dari Duta Pasar Rakyat Jawa Barat (Ibu Gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil-red), Atalia Pratatya Kamil (Rabu siang, 25 September 2019).

Kunjungan yang didampingi oleh Ibu Walikota, Wakil Walikota Bogor serta Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat tersebut disambut baik oleh Direksi PDPPJ beserta jajarannya serta pengunjung dan pedagang Pasar Baru Bogor.

Di tengah gempuran pasar modern, pasar rakyat faktanya masih menjadi pilihan masyarakat memenuhi kebutuhannya sehari-hari, sederet inovasi harus dilancarkan agar transaksi jual beli tetap terjadi di pasar rakyat. “Yang paling penting kekompakannya, bagaimana pedagang dan masyarakat mengolah limbah termasuk juga sampah didalamnya. Bagaimana kemudian hal ini memang harus ada kerjasama semua pihak didorong agar betul-betul maksimal,” ungkap Duta Pasar Rakyat sekaligus Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Pratatya Kamil, seusai mengunjungi Pasar Baru Bogor.

Wanita yang kerap disapa ‘Bu Cinta’ ini juga mendorong dan mendukung paguyuban pasar agar lebih aktif, menjadi penjaga bagi hal-hal kebaikan yang ada di dalamnya. Menurut Atalia, beberapa pasar rakyat di Jawa Barat telah memiliki inovasi yang bisa dicontoh. “Ada sekolah pasar di dalamnya. Jadi ketika para orang tuanya berdagang, anaknya bisa belajar. Jadi ada PAUD didalam pasar. Nah, kami dorong sedemikian rupa, perlahan saja, tapi mudah-mudahan ke depan bisa lebih masif lagi,” Jelasnya.

Di sisi lain, Atalia mengaku cukup terkejut dengan kekompakan luar biasa dari para pedagang Pasar Baru Bogor, dengan jumlahnya yang mencapai 2.000 orang. “Tentu tidak mudah mengelolanya, tapi ada komitmen dari PDPPJ juga Pemkot Bogor berupaya bagaimana masyarakat mau datang ke pasar rakyat, dengan segala keberadaannya tentu saja harus banyak meningkatkan hal-hal yang dianggap kurang baik,” tuturnya.

Sementara itu, Dirut PDPPJ, Muzakkir mengatakan, soal kebersihan dari total 13 pasar rakyat yang ada diKota Bogor masih membutuhkan penyempurnaan. Kebersihan setiap pasar, kata Muzakkir berbeda-beda. “Ada pasar dari sisi bangunan tua sekali. Jadi dari sisi bangunan dan lainnya, sudah agak kumuh. Tinggal kini fokus higienisnya saja, seperti tidak becek, lalu lalang orang lebih mudah, hamanya pun diminimalisir. Solusinya, pasar-pasar itu pun akan direvitalisasi,” katanya.

Muzakkir melanjutkan, sebelum revitalisasi, pihaknya tetap mempertahankan tingkat kelayakan pasar agar tetap dikunjungi dan transaksi pedagang dengan pembeli tetap terjadi. “Mungkin dilihat seperti Pasar Jambu Dua, kan sudah tua sekali. Dari sisi kelistrikannya sudah berbahaya, makanya antisipasi terus, tapi tetap dipelihara,” katanya.

Dikatakan Muzakkir, agar pasar rakyat tetap jadi pilihan, pihaknya menjamin barang yang dijual di pasar dari sisi higienis terpenuhi. Pun dari sisi kesehatan, tidak berformalin, termasuk proses penghitungan menggunakan timbangan yang akurat. “Jadi kami mempromosikan ke masyarakat, beli barang di pasar rakyat, yang pasti harga jauh lebih murah dibanding pasar modern, lalu dari sisi kualitas maupun beratnya sama dengan di pasar modern,” tandasnya.

(gft)

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan