PDPPJ Ikuti Bimtek Pada Kegiatan Festival Pasar Rakyat | PD. PASAR PAKUAN JAYA
3 | 3 25 April 2019 | Dilihat: 261 Kali | Cetak

PDPPJ Ikuti Bimtek Pada Kegiatan Festival Pasar Rakyat


PDPPJ Ikuti Bimtek Pada Kegiatan Festival Pasar Rakyat

 

 

PDPPJKOTABOGOR.COM, Bogor – Dalam rangka mewujudkan pasar rakyat dengan manajemen yang professional dan berdaya saing sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi Jawa Barat melalui program pengembangan perdagangan dalam negeri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pedagang pasar rakyat pada kegiatan festival pasar rakyat untuk wilayah jawa Barat yang diikuti oleh Kepala Unit Pasar Kebon kembang beserta Kepala Urusan Umum , Kepala Unit Pasar Gunung Batu Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor dan juga pedagang pasar PDPPJ. Kegiatan bimtek tersebut diselenggarakan di Hotel Mason Pine  Jalan Raya Parahiyangan km. 18 Cipeundeuy Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (23-24 April 2019).

keikutsertaan PDPPJ di dalam festival pasar rakyat 2019 ini adalah kali kedua yang sebelumnya sudah diikuti bimtek pada tahap pertama di Kota Cirebon merupakan peningkatan kualitas di semua pasar dengan cara mengejar parameter yang ada di dalam juklak pasar ber SNI. Target PDPPJ itu sendiri adalah mengusahakan pasar rakyat yang menjadi nominasi, yaitu pasar Kebon Kembang (untuk tipe pasar besar) dan Pasar Gunung Batu (untuk tipe pasar kecil) juara.

Didalam Bimtek tersebut Narasumber yang memberi materi yaitu Lik Gayantini Ari (Business Mentor SBM ITB Bandung), Sarah Ismullah (Founder super kids Eduventure-Business Practitioner), Muhammad Shiddiq Azis (Founder and CEO Inagri).

Pasar rakyat jawa barat 2019 menghadirkan pasar-pasar yang berkualitas, baik secara fisik maupun pengelolaannya. Dari segi pedagang misal yakni, pedagang yang belum tertata dan suasana pasar yang belum layak. Keunggulan dan kekurangan pasar itu sendiri adalah dari segi pembeli, fisik, lingkungan dan pedagang.

Materi dalam Presentasi bimtek tersebut salah satunya menjelaskan konsep berjualan online dari segi dampak positive dan negativenya serta Langkah - Langkah Berjualan Online dan cara mengetahui Tips dan Strategi berjualan online (berjualan Fisik secara tidak langsung melalui media ecommerce berupa marketplace atau socialmedia-red).

Trend Berjualan Online pada 2019 juga mencakup Kuliner atau Makanan Online, Fashion Online, Dropshipping, Jasa Kurir dan Logistik. Adapun tips and trik dari narasumber Muhammad Shiddiq Azis berjualan online bagi pedagang pasar rakyat 2019 yaitu punyai mentor dan ikut komunitas.

Mengembalikan hati pembeli pada pasar rakyat, bagaimana caranya? Kenali pembeli, tahu potensi, cari dukungan dan pemasaran (marketing mix-red) dan pemasaran bersama.

Isi materi yang di jelaskan juga menyampaikan tentang K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yaitu bekerja itu harus selamat, sehat dan sejahtera. Yakni harus waspada di pasar dan  waspada akan api.

Kepala Unit Pasar Gunung Batu, Iwan Arief Budiman yang turut serta dalam bimtek tersebut mengungkapkan bahwa bimtek di kemas dengan suasana akrab sangat enjoy dan sangat menonjolkan sisi kreatif kepada pedagang, “ bagaimana cara berdagang agar menarik minat pembeli, bagaimana cara berdagang di tengah serbuan perdagangan ritel maupun usaha online.  Perlunya Kolaborasi dengan Komunitas/ Paguyuban dan lingkungan serta menciptakan hal ciri tematik yang unik sebagai ikon dan identitas tiap-tiap pasar yang ada. Narasumber pemberi materi pun tidak terlalu menjelaskan secara teori tetapi lebih kepada sharing disitu letaknya kami para peserta menjadi lebih semangat mengikuti bimtek ini dari awal hingga akhir,” ungkap Iwan.

Vyatra, Kepala Urusan Umum Pasar Kebon Kembang yang juga turut serta mendampingi para Kepala Unit Pasar dan pedagang PDPPJ menambahkan, sebagai contoh narasumber yang sangat inspiratif menurut saya adalah Ibu Lik Gayantini Ari, beliau seorang dosen yang juga berdagang di Pasar Cihapit, juga penggerak program dengan nama Apit Cihapit dimana program tersebut mendapat dukungan luar biasa dari Bapak M. Ridwan Kamil yang pada saat itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung, program Apit Cihapit tersebut mengubah wajah pasar tradisional yang kumuh,becek, bau menjadi pasar yang instagramable, disukai kaum milenial tetapi tidak melupakan sejarah legendaris pasar Cihapit yang terletak ditepian Kota Bandung. “Program Apit Cihapit juga menyasar kepada sekolah pasar, dimana sekolah pasar tersebut diperuntukan bagi anak pedagang pasar, bagaimana cara berdagang,apa saja yang di dagang kan oleh orang tua mereka. Dalam Sekolah pasar ini Ibu Lik bekerja sama dengan unit Pasar Cihapit dan superkids eduventure dan yang menjadi volunteernya adalah mahasiswa di seputaran Kota Bandung, keren kan?,” ujar Ata sapaan akrab Vyatra.

Selain materi yang diberikan dalam bimtek, simulasi penyelamatan bencana dengan metode bermain games "Blind Leader" juga diberikan oleh panitia dimana peserta memberikan arahan pada peserta lain dengan cara mata peserta ditutup oleh kain. Permainan tersebut bertujuan agar apabila ada bencana terjadi di pasar, baik pengelola pasar maupun pedagang pasar bisa mengarahkan ke titik kumpul evakuasi yang lebih aman.

(gft)

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan